MEMBERIKAN YANG TERBAIK MELALUI MEMBANGUN SEBUAH KEPERCAYAAN DI DALAM PELAYANAN
Abstract
Kepemimpinan pastoral tidaklah harus dikaitkan dengan sebuah perubahan atau pembaharuan. Artikel ini ditulis untuk menunjukkan bahwa salah satu cara melakukan kepemimpinan pastoral adalah melalui membangun kepercayaan jemaat atau gereja kepada hamba Tuhannya. Dengan kata lain, artikel ini tidak akan berfokus pada “apa” dan “mengapa” dari kepemimpinan pastoral melainkan pada “bagaimana” dari kepemimpinan pastoral. Kata Kunci: Kepemimpinan pastoral, Perubahan, PembaharuanReferences
Chuck Fuller, Pastoral Perceptivity: An Essential Tool for Ministry, http://www.ministryu.org/pastoral-perceptivity-an-essential-tool-for-ministry/, diakses 6 Juni 2013.
David Rohrer, The Sacred Wilderness of Pastoral Ministry: Preparing A People for the Presence of the Lord (Downers Grove: IVP Books, 2012) dan Pal David Tripp, Dangerous Calling: Confronting the Unique Challenges of Pastoral Ministry (Wheaton: Crossway/Good News Publishers, 2012).
Hershael W. York, “How to Implement and Sustain Change in A Local Church,” Towers 8, vol. 13 (12 April 2010): 4.
Thomas C. Oden, Pastoral Theology: Essential of Ministry (San Fransisco: Harper San Fransisco, 1983) dan John McArthur, Pastoral Ministry: How To Shepherd Biblically (Nashville: Thomas Nelson, 2005)